Kamu pernah nggak, makan sambil kerja, atau ngetik sambil nonton sambil scroll medsos? Kalau iya, selamat datang di dunia multitasking modern — dunia di mana kita bangga bisa melakukan banyak hal sekaligus. Tapi tahukah kamu, gaya hidup multitasking ini bisa jadi salah satu alasan kenapa ususmu sering protes, perut terasa nggak nyaman, atau bahkan gampang kembung tanpa sebab yang jelas.
Ternyata, hubungan antara multitasking dan kesehatan pencernaan jauh lebih erat dari yang kita kira. Yuk, bahas lebih dalam kenapa hal ini bisa terjadi dan gimana cara memperbaikinya.
1. Pikiran Sibuk, Tubuh Ikut Tegang
Saat kamu multitasking, otak bekerja dalam mode fight or flight alias waspada terus. Kondisi ini bikin sistem saraf simpatik aktif, yang otomatis mengalihkan energi tubuh dari pencernaan ke fungsi lain seperti otot dan detak jantung. Akibatnya? Sistem pencernaan melambat, dan makanan yang kamu konsumsi jadi lebih sulit dicerna dengan optimal.
Itu sebabnya kamu bisa merasa begah, kembung, atau bahkan maag meski cuma makan sedikit. Tubuh sebenarnya minta tenang, tapi otak belum berhenti “lari.”
2. Makan Tanpa Fokus Bikin Pencernaan Kacau
Multitasking saat makan, seperti sambil nonton atau kerja, bikin kita nggak sadar seberapa banyak yang sudah masuk ke perut. Akibatnya, otak telat menerima sinyal kenyang. Kamu jadi cenderung makan berlebih, atau malah nggak menikmati makanan sama sekali. Proses pencernaan pun terganggu karena tubuh nggak diberi kesempatan untuk benar-benar fokus pada kegiatan makan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang makan dengan distraksi cenderung mengalami masalah lambung, sembelit, dan fluktuasi berat badan lebih sering dibanding mereka yang makan dengan mindful.
3. Stres dari Multitasking Bikin Usus "Overreact"
Saat stres meningkat karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan bersamaan, hormon kortisol naik. Hormon ini punya efek langsung ke usus: memperlambat gerakan peristaltik (gelombang otot di usus yang mendorong makanan) dan mengganggu keseimbangan bakteri baik.
Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan gut dysbiosis alias ketidakseimbangan mikrobioma usus, yang akhirnya bikin kamu lebih mudah mengalami kembung, diare, atau bahkan IBS (Irritable Bowel Syndrome).
4. Pola Napas dan Postur Tubuh Saat Multitasking Ikut Berpengaruh
Coba perhatikan postur tubuhmu saat lagi fokus kerja di depan laptop. Biasanya, posisi tubuh membungkuk dan napas jadi pendek-pendek. Nah, posisi seperti ini bikin aliran darah ke organ pencernaan berkurang dan menekan lambung. Efeknya, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan memicu sensasi nggak nyaman.
Napas yang cepat dan dangkal juga bikin oksigenasi ke seluruh tubuh berkurang, termasuk ke organ pencernaan, yang ujung-ujungnya memperlambat proses metabolisme.
5. Tubuh Butuh Waktu Tenang untuk "Mode Pencernaan"
Tubuh manusia sebenarnya dirancang untuk makan dalam keadaan tenang. Saat kita santai, sistem saraf parasimpatik aktif — inilah yang disebut rest and digest mode. Di fase ini, tubuh fokus memproduksi enzim pencernaan dan menyerap nutrisi dari makanan dengan lebih baik.
Jadi, ketika kamu terus-terusan multitasking, tubuh nggak pernah benar-benar masuk ke mode ini. Makanan yang masuk pun nggak dicerna maksimal, dan kamu jadi lebih mudah merasa lesu setelah makan.
6. Cara Balikin Ritme Pencernaan di Tengah Gaya Hidup Sibuk
Nggak harus langsung meninggalkan semua kebiasaan multitasking, tapi kamu bisa mulai dengan langkah-langkah kecil yang bantu tubuh “istirahat” di sela kesibukan:
- Praktik mindful eating: Saat makan, lepas gadget. Fokus pada rasa, aroma, dan tekstur makanan. Nikmati setiap suapan.
- Atur waktu makan tetap: Jangan makan tergesa-gesa. Luangkan minimal 15–20 menit untuk benar-benar menikmati makanan.
- Napasi tubuhmu: Sebelum makan, coba ambil napas dalam selama 3 kali. Ini bantu tubuh beralih ke mode pencernaan.
- Coba infused water atau madu alami: Campuran madu dan lemon di pagi hari bisa bantu netralisir asam lambung dan mempersiapkan sistem pencernaan dengan lembut.
- Berhenti sebentar di antara tugas: Tiap 90 menit kerja, ambil waktu 5 menit buat berdiri, tarik napas, atau minum air. Aktivitas kecil ini bantu atur ulang sistem saraf.
Multitasking Nggak Harus Jadi Musuh, Asal Seimbang
Gaya hidup multitasking memang sulit dihindari, apalagi buat kamu yang hidup di kota besar dan harus gesit di banyak hal. Tapi penting diingat: tubuh punya batas. Ususmu bukan mesin yang bisa terus bekerja tanpa jeda.
Mulai sekarang, coba beri ruang untuk tubuhmu bernapas dan mencerna dengan tenang. Karena usus yang sehat bukan cuma soal makanan yang kamu makan, tapi juga tentang bagaimana kamu memperlakukannya.
Dan siapa tahu, dengan lebih present dan tenang, bukan cuma pencernaanmu yang membaik, tapi juga produktivitasmu naik.